RESUME MICRO MACRO ECONOMIC PERTEMUAN 9 : PENDAPATAN DAN DISTRIBUSI

Nama Mahasiswa    : Amanda Dwi Rahma

Nim  : 232010200063

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E, M.M

Prodi : Manajamen

Fakultas : Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Muhammdiyah Sidoarjo

Semester / kelas : 1/A2


A. PENGERTIAN PENDAPATAN

Pendapatan dalam makroekonomi mengacu pada total pendapatan yang dihasilkan dalam suatu negara atau wilayah selama periode tertentu. atau jumlah pendapatan yang diterima seluruh masyarakat (perilaku ekonomi) dalam suatu negara selama 1 tahun.

 DISTRIBUSI PENDAPATAN NASIONAL

Distribusi nasional akan menentukan bagaimana pendapatan nasional yang tinggi mampu menciptakan perubahan dan perbaikan dalam masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan kesulitan lain dalam masyarakat.

Distribusi memiliki 3 langkah diantara lain sebagai berikut :

  1. Menilai tingkat kesenjangan dalam masyarakat
  2. Mempertimbangkan beberapa hal berbeda pandangan yang harus dimainkan pemerintah dalam mengubah distribusi penghasilan
  3. Kebijakan publik yang bertujuan membantu masyarakat termiskin
MENGUKUR DISTRIBUSI PENDAPATAN
Perbedaan pendapatan timbul karena adanya perbedaan dalam kepemilihan sumber daya dan faktor dan faktor produksi. pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak juga.

KETIDAKSETARAAN PENDAPATAN
Ketidaksetaraan pendapatan merupakan fenomena sosial ekonomi yang menjadi fokus perhatian dalam analisis makro ekonomi. Dalam masyarakat yang tidak setara secara ekonomi, terdapat kesenjangan yang signifikan antara individu atau kelompok yang memiliki perbedaan tinggi dan mereka yang memiliki pendapatan rendah.

FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIDAKSETARAAN PENDAPATAN
  1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan menurunnya pendapatan perkapita
  2. Ketidakmerataan atau ketimpangan antar daerah
  3. Pelaksanaan kebijaksanaan industri subtitusi impor mengakibatkan kenaikan harga barang hasil industri untuk melindungi usaha golongan kapitalis
impor mengakibatkan kenaikan harga barang hasil industri dalam melindungi  usaha golongan  kapitalis.

1. Gross Domestic Product (GDP)
 Gross Domestic Product (GDP) atau  Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan menghitung produksi barang dan jasa semua warga negara yang ada didalam negeri.

2. Gross National Product (GNP)
Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB) merupakan menghitung produksi barang dan jasa semua warga suatu negara dimanapun mereka berada.

3. Net National Product (NNP)
Net National Product (NNP) merupakan GNP dengan memperhitungkan adanya penyusutan. jika GNP hanya menghitung semuanya, tanpa menghitung penyusutan. tetapi di NNP itu menghitung juga penyusutannya.

4. Net National Income (NNI)
Net National Income (NNI) merupakan NNP dengan memperhitungkan komponen pendapatan yang tidak mencerminkan balas jasa atau faktor produksi.

5. Personal Income (PI)
Personal Income (PI) merupakan hak individu- individu dalam perekonomian sebagai balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.

6. Disposable Income (DI)
Disposable Income (DI) merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan alias dimanfaatkan untuk membeli barang ataupun jasa, serta dimanfaatkan untuk investasi.

Rumus GDP adalah:
GDP = produk warga negara di dalam negeri + produk warga negara asing di dalam negeri
Rumus GNP adalah:
GNP = GDP – produk warga negara asing di dalam negeri + produk warga negara di luar negeri
Rumus NNP adalah:
NNP = GNP – Penyusutan
Rumus NNI adalah:
NNI = NNP – pajak tidak langsung + subsidi
Rumus PI yaitu:
PI = NNI + transfer payment – laba ditahan – pajak perseroan – iuran asuransi – iuran dana sosial
Rumus DI yaitu:
DI = PI – pajak langsung

GAMBAR KURVA GDP













GAMBAR KURVA GNP













Dari kedua kurva diatas dapat disimpulkan  bahwa GDP dan GNP  di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dampak ketidasetaraan pendapatan diantara lain sebagai berikut :
  1. Kemiskinan
  2. Kesenjangan sosial
  3. Kesenjangan pembangunan



















Angka ini menunjukkan perbandingan pendapatan kuintil terkaya terhadap pendapatan kuintil terkaya kuintil termiskin. Di antara negara-negara tersebut, Swedia dan Pakistan memiliki kedudukan yang paling setaradistribusi kesejahteraan ekonomi, sementara Afrika Selatan dan Venezuela memiliki tingkat kesejahteraan yang paling rendah.

Kurva Lorenz
kurva Lorenz memperlihatkan hubungan kuantitatif antara presentase jumlah penduduk dan presentase pendapatan yang benar-benar diperoleh selama kurun waktu tertentu Kurva terdiri atas segi empat, garis diagonal pada segi empat terdapat satu kurva riel yang menghubungkan dua titik diagonal.
























Koefisien gini
Koefisien Gini (indeks Gini atau rasio Gini) adalah ukuran statistik kesenjangan ekonomi dalam suatu populasi. Koefisien mengukur penyebaran pendapatan atau distribusi kekayaan di antara anggota suatu populasi.


















Kurva philips
Kurva Phillips merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara inflasi dan pengangguran Hubungan inflasi dengan pengangguran dijelaskan dalam Kurva Philips. Dalam jangka pendek, inflasi dan pengangguran berhubungan negatif.
Jika inflasi turun maka pengangguran naik. 
Jika inflasi naik maka pengangguran turun


















STUDI KASUS
1. Suatu negara memiliki data pendapatan nasional sebagai berikut:
   - Produk Domestik Bruto (GDP): Rp 10.000 miliar   
   - Pajak tidak langsung: Rp 1.000 miliar   
   - Subsidi: Rp 500 miliar   
   - Penyusutan: Rp 800 miliar 
    - Pendapatan tidak diterima: Rp 200 miliar   
Hitunglah Pendapatan Nasional Neto (PNN)   
Pembahasan:
PNN = GDP - (Pajak tidak langsung - Subsidi + Penyusutan + Pendapatan tidak 
             diterima)   
PNN = Rp 10.000 miliar - (Rp 1.000 miliar - Rp 500 miliar + Rp 800 miliar + Rp 200
             miliar)  
PNN = Rp 10.000 miliar - Rp 1.500 miliar   PNN = Rp 8.500 miliar


Komentar

Postingan Populer